[IT Corner] Fenomena Gojek vs Opang, Keberanian untuk Menyerah

Ketika masa transisi terjadi dalam hal transportasi, bukan tidak ada perlawanan dari pihak-pihak tertentu, namun itu proses yang lambat laun akan perlahan tergerus dengan sendirinya. Hikmah yang bisa diambil dari pelajaran ini adalah ketika terjadi perubahan, apapun itu. segeralah mengambil keputusan, untuk bisa bertahan atau ikut dalam mendukung perubahan tersebut.
Teknopedia Saya jadi teringat dengan kisah seorang teman saya, disaat mencari pekerjaan itu begitu susah dengan dinamika dunia kerja yang cepat berubah dan banyak pencari kerja dari daerah berbondong-bondong pergi ke ibukota, tetapi dia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya, padahal saya yakin dia memiliki potensi, dia bisa berkembang untuk menjadi orang besar, tapi apa daya sejumlah faktor menghalangi langkahnya. Dia harus segera mengambil keputusan walaupun mungkin tidak sesuai dengan kehendak hatinya.
Akhir -akhir ini kita sering mendengar adanya pertikaian antara opang (ojek pangkalan) dan driver gojek, yang terakhir terjadi adalah peristiwa pengeroyokan di daerah Cibiru Bandung yang mengakibatkan seorang driver Gojek mengalami luka dibagian kepala belakang karena dipukul dengan botol, alasannya karena menurut mereka Gojek mengambil penumpang diwilayahnya. Tak sepenuhnya salah memang ketika ada seseorang yang mengambil hak kita tentunya reaksi spontan kita adalah melawan. Perseteruan antara Opang dan Gojek ini memang belum selesai sampai sekarang, seperti yang kang emil ungkapkan, pada dasarnya Gojek dan Opang tidak bersinggungan secara aturan namun yang menjadi masalah utama adalah isu sosial.
Tidak ada yang mau mengalah, keduanya merasa benar. Tapi toh saya yakin ini tidak akan berlangsung lama, pelanggan tetap mencari yang aman, nyaman, mudah dan cepat, toh bagaimana tidak mudah, pelanggan tinggal order lewat smartphonenya, tidak perlu adu argumen untuk menawar karena harga sudah terkalkulasi saat order, nyaman karena bisa order dari manapun,kapanpun tidak harus mengunggu dipinggir jalan, nyaman karena biasanya penumpang dikasi free masker dan penutup kepala, dan terakhir cepat karena biasanya tak sampai 15 menit driver Gojek sudah sampai dihadapan kita.
Sang pendiri gojek pun sudah berkali-kali mengatakan ingin merangkul teman-teman Opang, tapi apa daya, tak ada keberanian untuk menyerah. Toh jikapun sebenarnya Opang mau masuk Gojek akan ada manfaat yang didapat seperti mendapat pelatihan menyeluruh, mulai dari penggunaan smartphone hingga tata cara aman mengemudi, selain itu akan mendapat keuntungan 80%, keuntungan belum termasuk bonus setelah mencapai target tertentu. Kemungkinan besar yang tidak mau ikut bergabung dengan gojek adalah mereka yang takut akan penggunaan teknologi baru. Takut mengambil keputusan untuk sesuatu yang baru.

Apakah berarti saya tidak menghargai pilihan kawan saya itu? sama sekali tidak. saya justru jadi orang yang pertama bangga, saya orang pertama yang mengapresiasi atas keberaniannya mengambil sikap. tidak banyak orang yang berani melawan arus, tidak berani mengambil keputusan yang sulit.
Bukan basa basi karena saya sungguh mengagumi keberaniannya-yang boleh jadi sayapun tak mampu mengambilnya jika berada dalam posisinya. Berjuang menaklukan tantangan adalah hal hebat tapi lebih hebat adalah orang yang berani mengambil keputusan setelah menimbang-nimbang keadaan.
Apakah dia kalah? ya dia mungkin kalah sekarang, tapi kemenangan bakal terpampang didepan mata karena dia sudah tahu batas-batas nya. Tiada orang sukses tanpa tahu kelemahannya.
Terinspirasi oleh Kolom Injury Time Harian Soccer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *