4 StartUp Tanah Air yang Menghentikan Layanannya di Tahun 2015

Teknopedia – Hidup kadang seperti roda berputar, kadang kita berada di atas dan tak sering pula kita berada dibawah. Menjalani bisnis pun juga begitu, tak semudah seperti yang dibayangkan. Mungkin itulah yang sekarang dirasakan oleh beberapa startup di tanah air yang menghentikan layanannya di karenakan sudah tidak mempunyai biaya, mungkin ungkapan “apa yang sudah diawali memang saatnya harus diakhiri” sangat tepat untuk mereka.

1. Kirim – Situs Pengiriman Barang
Hanya beberapa waktu lalu tepatnya sembilan November 2015, Kirim diam-diam menghentikan operasinya. Kirim adalah sebuah layanan pengiriman barang yang telah beroperasi selama kurang lebih tujuh tahun, sayangnya kirim tidak menyatakan alasannya untuk mundur dari dunia startup. Tetapi besar kemungkinan ekspansi bisnis transportasi on-demand seperti Go-Jek dan GrabBike yang bermain dalam bisnis pengiriman instan membuat, mustahil bagi pemain lama yang tidak bisa berkembang untuk dapat bertahan. 
2. Kleora – Situs belanja online untuk perempuan
Dengan semakin bertambahnya peminat untuk berbelanja online ternyata tidak mampu dimanfaatkan oleh Kleora, banyaknya situs belanja online baru ternyata membuat pendirinya frustasi, selain itu pendirinya juga merasa menjual merek khusus perempuan merupakan keputusan yang salah, karena telah membatasi bisnis perusahaan, lain itu memang fitur-fitur di situs tersebut butuh perbaikan besar. Sekarang Kleora telah membuat perubahan drastis, dan meluncurkan produk baru bermerek Prelo. Produk itu fokus pada barang-barang bekas bemerek.  Sepertinya memang setiap akhir adalah awal dari yang baru, bukan?

Baca Juga : Yuk Mengenal Seluk Beluk Tentang Apa itu StartUp

3.  Abraresto – Situs Pemesanan Tempat Makan

Perusahaan rintisan ini merupakan situs pemesanan tempat makan/restoran yang menampilkan profil restoran di Indonesia dan Singapura. Startup ini gagal karena membuat keputusan penuh risiko, termasuk mengambil investasi dalam bentuk utang bukannya modal ventura. Kegagalannya adalah dalam meningkatkan pendanaan pada saat perusahaan itu butuh bantuan untuk bertahan hidup.

4. Paraplou – Situs E-Commerce
Pada bulan Oktober, salah satu pemain e-Commerce di Indonesia ini, Paraplou, tampaknya telah menghentikan operasionalnya. Perusahaan menulis pesan perpisahan pada situs-nya, ini didasari oleh alasan ketidakdewasaan pasar, kondisi keuangan yang tidak pasti, dan lingkungan pendanaan yang sulit sebagai alasan utama untuk penutupannya. Paraplou dipimpin oleh dua mantan direksi Rocket yang bekerja di Lazada Indonesia.

Pada akhirnya muncul pertanyaan, adakah keadilan didunia ini? jawabnya kadang ada kadang juga tidak, janganlah pertanyakan itu, lebih baik bersiaplah menghadapi segala hal, adil ataupun tidak. Begitu juga dalam dunia startup, akan selalu ada yang pertama dalam segala hal. Tetapi jangan patah semangat, beruntunglah mereka karena mengalami satu/dua kejutan dalam hidup, kadang memang terasa menyesakkan saat menjalaninya (menutup perusahannya) namun bakal menjadi  pengalaman awet yang tersimpan didalam benak. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *