×

Pasang Iklan di Teknopedia.Asia, Promo Terbatas!

Pasang Iklan

Teknopedia.Asia – Beberapa bulan terakhir, publik dunia maya sempat heboh tentang istilah Sugar Daddy dan Sugar Baby, yang bahkan sempat menjadi trending topik, jika anda belum tahu tentang istilah tersebut, Sugar Daddy adalah sebutan untuk pria dewasa yang mengencani perempuan muda, sedangkan sugar baby adalah perempuan muda yang dikencani pria dewasa, dinamakan sugar atau gula-gula di karenakan mereka hanya ingin mencari manisnya hubungan saja.

Seiring dengan maraknya fenomena tersebut, muncullah Sugar Book, sebuah perusahaan rintisan atau startup yang memfasilitasi pertemuan sugar daddy dengan sugar baby lewat media daring, di kabarkan juga dalam waktu yang singkat, Sugarbook telah mendapatkan pendanaan dari salah satu investor investment banking terbesar asal Hong Kong.

Baca juga : Geliat Startup Penyedia Layanan Pernikahan di Indonesia

Konsep aplikasi Sugarbook pun mirip dengan kencan via daring yang ada, tetapi memiliki tujuan berbeda. Pada kencan antara sugar daddy dengan sugar baby, berarti sang pria dewasa akan memberikan imbalan yang biasanya berupa ‘materi” kepada perempuan muda tersebut.

Founder Sugarbook adalah Darren Chan, pria yang lahir dan besar di Malaysia. Ia merupakan lulusan RMIT University di Melbourne, Australia, dengan gelar Masters of Business Administration (MBA). Chan merintis Sugarbook pada 2017, menurutnya aplikasinya itu pun tidak hanya mempertemukan sugar daddy dengan sugar baby, tetapi juga sugar mommy, perempuan dewasa yang ingin mengencani pria muda.

Chan mendirikan Sugarbook karena terinspirasi oleh gaya hidup ‘sugar’ yang kian populer di seluruh dunia. Menurutnya Sugar baby menjalin hubungan romantis dengan sugar daddy atau sugar mommy demi mendapatkan keamanan finansial. Keuntungan finansial yang didapatkan para sugar baby itu adalah imbalan karena sudah bersedia menjadi sahabat dekat.

Baca Juga : Cari dan Undang Musisi Favoritmu lewat Aplikasi Ini

Sugarbook pun memiliki slogan, Where Romance Meets Finance atau ketika hubungan yang romantis bertemu dengan finansial, para penggunanya dapat memanfaatkan fitur chat untuk berkomunikasi dan meet untuk menghubungi atau bertemu. Jadi, Chan ingin menegaskan kalau tidak ada “cinta” yang sesungguhnya di Sugarbook.

Di kabarkan, Saat ini pengguna Sugarbook diklaim sudah mencapai 300.000 ribu pengguna. Dari jumlah itu, 70% diantaranya berstatus sugar baby, sedangkan 30% lainnya berstatus sugar daddy dan sugar mommy. Berdasarkan informasi dari Sugarbook, usia sugar daddy dan sugar mommy berkisar 30 tahun sampai 55 tahun dengan pendapatan 350.000 dolar Australia, sedangkan pendapatan bulanan sugar baby sekitar 5.000 dolar Australia.

Di sisi lain, seorang psikolog Elizabeth Talbot mengatakan, aspek finansial dan usia menunjukkan adanya ketimpangan kekuatan dalam relasi hubungan ‘sugar’.

Elizabeth menyebut tingkah para sugar baby di Indonesia sebagai bagian dari bentuk prostitusi. Dia menegaskan, prostitusi adalah hal yang tidak bisa dibenarkan karena lekat dengan perzinaan dan membahayakan kerukunan hidup rumah tangga, selain itu juga melanggar undang-undang jika di terapkan secara legal di Indonesia.

[Sumber : Bisnis.com]

Kelas Membuat Beragam Aplikasi Berbasis Arduino

Belajar menyenangkan menggunakan Arduino dengan trainer yang berpengalaman dan panduan langkah demi langkah. Cocok untuk pemula dan mahasiswa yang sedang menyusun Tugas Akhir.

  

Tentang Penulis

Anugrah B Soe

Editor in Chief
Teknopedia. Asia

Konsultasi Iklan